Penyebab dan Pencegahan Retrinoblastoma



Penyebab Mata Retrinoblastoma


Retinablastoma adalah kanker yang terjadi pada area belakang mata yang terhadap cahaya. Pasalnya penyakit ini disebabkan oleh adanya perubahan gen pada retina. Biasanya terjadi pada anak-anak. Berikut faktor yang dapat mempegaruhi gen :


  •   Bawaan (bilateral retinoblastoma). Kanker mata ini disebabkan karena warisan atau turunan dari salah satu orangtua mereka yang memiliki riwayat retinoblastoma.  Sebagaian besar orangtua yang memiliki retinoblastoma akan mewariskan gen mutasi pada anak.
  • Non–keturunan (sporadis) retinoblastoma. Penyebabnya bisa karena gen yang membelah yang akan membuat sel-sel baru menyebar tanpa arah sehingga menyebabkan perubahan pada gen RB1.
  •  Mutasi pada gen anak yang di wariskan oleh orangtua mereka.


Gejala Retioblastoma


  •  Leukokoria, yaitu terdapat warna putih pada pupil mata saat disinari cahaya
  •  Mata juling,
  • Pembengkakan mata
  •  Iritasi mata yang menimbulkan mata perih dan merah
  • Mengalami gangguan penglihatan pada mata
  •  Warna iris pada kedua mata berbeda 
  •   Menimbulkan kebutaan pada mata


Pencegahan Retinoblastoma


  • Atur pola makan dan konsumsi sayur-sayuran yang mengandung banyak serat dan Vitamin, terutama wortel vitamin A yang sangat baik bagi kesehatan mata.
  •   Lakukan deteksi dini penyakit kanker mata, jika Anda mengalami ciri-ciri yang sama dengan gejala kanker mata. Sebaiknya lakukan deteksi dini untuk mengetahui apakah Anda terkena penyakit kanker mata.
  • Jaga pola hidup bersih. Sebaiknya Anda menjaga pola hidup bersih mulai dari sekarang, diawali dengan rajin Mencuci tangan.
  • Hindari pemakaian lensa kontak dalam jangka panjang. Pemakaian lensa kontak dalam jangka panjang akan membuat mata sulit untuk bernafas dan menghirup udara bersih bahkan bisa menyebabkan mata terkena iritasi. Pakai kacamata anti debu. Akibat polusi udara di sekitar lingkungan saat beraktivitas biasanya menyebabkan mata menjadi iritasi.

                                                               


Pengobatan Dan Pencegahan Kanker Usus Besar


Pengobatan Kanker Usus Besar


Peyakit ini penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun. Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama.

Jenis pengobatan apa yang akan dilakukan oleh dokter tergantung pada stadium dan keparahan kanker.

Operasi.  metode operasi yang dilakukan untuk kanker usus ini, seperti :
·         Operasi lokal dan polipectomi. Melakukan sayatan pada perut. Dengan cara memasukkan sebuah alat khusus melalui rektum atau anus menuju usus besar kemudian kanker diangkat.
·         Bedah usus. Membuang bagian usus besar yang terkena kanker dan kemudian usus besar akan disambung kembali
·         Reaksi dan kolostomi. Kolostomi adalah pembuatan sebuah lubang di dinding abdomen untuk mengeluarkan feses. Lubang ini dikenal dengan nama stoma dan terhubung ke alat serta kantong kolostomi. Bisa bersifat sementara, tapi bisa juga bersifat permanen.


Radioterapi. Untuk menurunkan tingkat kekambuhan kanker usus besar. Efek sampingnya menjadi sering buar air kecil, diare, lelah, mual, dan kulit di sekitar anus atau panggul terasa panas.

Ada dua jenis radioterapi, yakni :
·         Radioterapi internal.
·         Radioterapi eksternal.

Kemoterapi. Sebelum operasi, bisa dilakukan kemoterapi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker baru, dan juga untuk membunuh dan membinasakan sel kanker. Efek sampingnya mual, muntah, lelah, kaki dan tangan terasa gatal atau panas, sariawan, diare, dan rambut rontok.

Imunoterapi. Imunoterapi dapat meningkatkan imunitas dan kualitas hidup pasien; tanpa trauma, tidak sakit, tidak perlu rawat inap, juga dapat menurunkan efek samping dari radioterapi.

Pencegahan Kanker Usus Besar

·         Mengonsumsi makanan sehat. Konsumsilah makanan yang kaya akan serat
·         Jangan merokok dan jangan mengonsumsi minuman keras atau alkohol
·         menjaga berat badan dan olahraga secara rutin.
·         dideteksi sedini mungkin dengan melakukan skrining







Kanker Usus Besar



KANKER USUS BESAR

 

 

Definisi :


Kanker usus besar atau kanker kolorektal adalah kanker yang menyerang usus besar (kolon) dan anus (rektum).  

Gejala :


Terdapat darah pada feses atau pendarah pada anus
Ambeien yang tidak kunjung sembuh
Fese bertekstur keras hingga akhirnya menjadi konstipasi ataupun bertambah cair (diare).
Sering bang air besar
Tubuh terasa lelah dan  terlihat pucat
Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang.
Kehilagan nafsu makan dan berat badan
Perut kembung
Konstipasi atau sembelit
Nyeri pada daerah pinggang

Penyebab :


Kanker terjadi ketika terjadi mutasi genetik. Diketahui ada da tipe kanker uss besar yang tergolung keturunan, yaitu :
Familial poliposis (FAP) adalah penyakit genetik yang langka, penyakit ini menyebabkan tumor tumbuh pada epitel permukaan usus besar (disebut polip). Polip ini jika tidak diobati pada waktunya akan berkembang menjadi tumor ganas dan menyebabkan kanker pada usia 35-40 tahun.

Sindrom Lynch (HNPCC atau kanker kolorektal nonpoliposis herediter) adalah kondisi genetik dominan autosomal yang memiliki risiko tinggi terkena kanker usus besar, serta kanker lainnya termasuk kanker endometrium (kedua paling umum), ovarium, perut, usus kecil, saluran hepatobiliaris, saluran kemih bagian atas, otak, dan kulit.

Faktor Pemicu:


Memiliki atau menderita familial adenomatous polyposis (FAP) atau
Kekurangan serat dan sering serta terlalu banyak mengonsumsi daging merah
Merokok dan mengonsumsi alkohol
Usia diatas 50 tahun
Kurang berolahraga
Menderita diabetes
Memiliki keluarga dengan riwayat kaker usus besar
Menderita penyakit gangguan pencernaan

Diagnosis
Kolonoskopi adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ketidaknormalan pada usus besar dan anus. Proses ini dilakukan dengan memasukkan kolonoskop atau selang yang ujungnya ada kamera ke dalam dubur. Dokter kemudian dapat melihat ke dalam usus besar dengan kamera video yang menampilkan gambar pada layar.

Kolonoskopi virtual adalah kolonoskopi tanpa menggunakan alat kolonoskop, tetapi menggunakan alat pencitraan seperti CT Scan dan MRI. Kolonoskopi virtual disebut juga kolonoskopi maya. CT Scan menggunakan radioaktif, sedangkan MRI tidak, keduamya dapat menhasilkan gambar 3D dengan resolusi yang tinggi (tergantung alatnya)







Powered by Blogger.